Web 3.0 Di Blockchain ICP



Saya menulis artikel ini untuk saya jual seharga 1.5 BTC dan menempatkannya di Web 3.0 yang dihost langsung di blockchain ICP. Alasan saya adalah agar konten yang sudah saya buat dapat menjadi NFT versi artikel atau konten editorial, disamping NFT foto dan karya seni yang sekarang berkembang di jaringan blockchain Ethereum. Namun sayangnya, artikel saya ini berada di layanan web 2.0. Tidak mungkin bagi saya mendapatkan bit.

Siapakah dari Anda yang sudah memulai menerbitkan artikel di web 3.0? Beritahu saya agar saya dapat belajar kepada Anda lebih banyak. Bantu saya, langkah terbaik apa untuk saya lakukan agar artikel saya nanti dapat menjadi NFT yang sesungguhnya.

Blockchain Internet Computer Protocol (ICP)

Blockchain ICP adalah blockchain, - yang boleh dikata - generasi ke-3 yang dibangun oleh DFINITY Foundation, dan saat ini berjalan bersama Bitcoin dan Ethereum. Ketiganya saling memperkuat untuk membantu banyak orang memenuhi kemudahan di banyak hal tentang tehnologi internet, khususnya sistem pembayaran elektronik. Menimba ilmu dari dua guru besar pendiri Bitcoin dan Ethereum, pendiri DFINITY Foundation meluncurkan blockchain Internet Computer Protocol (ICP).

Saya pengguna baru, bukan pengembang dan tidak memiliki dasar tentang bahasa program, kecuali kesenangan membaca dan menulis tentang tehnologi internet. Saya berharap artikel ini dapat memberi informasi yang menjelaskan secara sederhana tentang konsep Web 3.0, blockchain ICP dan beberapa rangkaian kata yang berkaitan dengan Bitcoin.

Menerjemahkan Makna Web 3.0 

Sebagian besar pengguna internet bukanlah orang-orang tehnis. Istilah web 1.0 atau web 2.0, dan web 3.0 sekarang, - mungkin, bukanlah cara baru untuk memahaminya sebagai bagian dari keseharian mereka. Maksud saya, mereka adalah pengguna seperti saya, yang menjadi pemilik handphone dan orang-orang ini bekerja di pasar sayur, di pabrik roti, di toko baju. Semua nama itu, - web 1.0 , web 2.0 dan web 3.0, bagi saya dan mungkin Anda adalah nama yang asing yang jarang ada di sebagian besar kosakata online.

Mereka lebih memilih dan menyukai berbagi ke jaringan sosial pertemanan tentang banyak hal dari aktifitas nyata, daripada di depan komputer dengan kode-kode rumit yang membuat pusing. Mereka tidak banyak mengetahui, bagaimana cara kerja iPhone dan Android dapat menampilkan siaran langsung pertandingan sepak bola, bukannya menonton televisi.  
 
Secara global, web 3.0 adalah blockchain dan sudah berjalan sekarang.Tetapi, masih ada pijakan kuat yang menjadi titik tumpu di web 2.0. Anda dapat melihat bahwa konten editorial yang saat ini Anda baca, - artikel saya ini -, ada di web 2.0. 

Web adalah bentuk layar perangkat Anda yang memuat informasi ketika Anda online. Anda mungkin lebih mudah memahami web sebagai majalah digital yang ada dalam genggaman tangan. Dalam makna lain, majalah digital adalah ketika Anda memilih halaman atau berpindah halaman 1 ke halaman 2, Anda tidak perlu membolak balik kertas, - karena handphone memang bukan kertas - tapi cukup menggeser layar handphone. Yang perlu Anda ingat, kertas  berubah menjadi kaca. Dan mungkin nanti, kaca bisa berubah menjadi udara, sehingga orang tidak perlu handphone untuk komunikasi. 

Generasi Web 1.0 , Web 2.0 dan Web 3.0

Web 1.0 dimulai ketika internet mulai dikenal, disebut online dan bersifat "hanya baca". Internet masa ini ada ditahun 1990-an. 

Web 2.0 hadir bersama perangkat ponsel ber-OS dan pengenalan pengguna kepada aplikasi media sosial, seperti Facebook, Tik Tok, Instagram dan semua produk Google. Web 2.0 memungkinkan pengguna dapat aktif terlibat melalui cara yang setiap hari Anda tulis di halaman akun masing-masing, seperti update status, atau postingan baru untuk pengguna menulis artikel pada layanan blog. Sehingga sifatnya dari "hanya baca" menjadi "baca tulis". Internet masa ini ada di tahun 2000 hingga sekarang, 2022. Jika Anda masih bingung, "hanya baca" dan "baca tulis" itu apa maksudnya?

Hanya baca adalah ketika Anda membuka handphone atau komputer untuk browsing internet, Anda hanya sebatas membaca informasi, menggulir halaman dan melihat iklan. Itu serupa ketika Anda berada di dekat halte bus, di depan kantor pos, atau di samping penginapan, yang ada sebidang tanah dan Anda mungkin mendapatkan kotak yang  - mungkin - mirip aquarium yang berukuran 2 x 4 meter berdiri di sana. Mirip aquarium tetapi bukan ikan hias yang ada di dalamnya, melainkan lembaran surat kabar harian yang ditempelkan di dinding bagian dalam. Dari luar kaca, Anda, saya, dan orang-orang yang lewat, atau penumpang bus yang turun, hanya dapat membaca informasi di kotak mirip aquarium tadi.

Sedangkan baca tulis, Anda dapat membaca informasi, menggulir halaman, melihat iklan dan menulis. Menulis bukan berarti Anda menulis di layar laptop atau handphone menggunakan ballpoint atau spidol, melainkan aktifitas Anda mengetik.

Sederhananya, web 2.0 adalah semua bentuk situs dan aplikasi yang dikendalikan oleh perusahaan tehnologi internet dan komunikasi. Istilah web 2.0 disebut juga layanan sentralisasi, artinya layanan terpusat. Dikatakan terpusat oleh karena ada komputer yang menjadi tempat pusat data pengguna tersimpan. Seperti yang sekarang Anda kenal sebagai Facebook, WhatsApp, Tik Tok, Wordpress atau Blogger. Semua ini adalah web 2.0. Semua layanan ini memiliki komputernya masing-masing, DAN, perangkat apapun yang Anda gunakan saat ini untuk online - komputer, laptop, handphone, tablet - , semuanya, TERIKAT kepada komputer mereka. 

Berbeda Dengan Web 3.0

Web 3.0 adalah bentuk web yang berada di blockchain. Blockchain adalah tehnologi baru di internet yang tidak dikendalikan oleh layanan pusat seperti Google, Facebook, Microsoft atau perusahaan tehnologi digital lain yang serupa. Blockchain adalah internet yang dikendalikan oleh Anda, saya dan setiap orang di dunia yang terhubung ke internet. 

Web 3.0 tidak terikat atau tidak dihosting di komputer dari perusahaan tehnologi apapun. Mudahnya, web 3.0 masih menyertakan protokol https tetapi tidak menggunakan alamat web "www" atau "com", tetapi menggunakan alamat dari nama yang mewakili perangkat Anda. Seiring waktu, tehnologi blockchain dapat terus berkembang. Sehingga nanti, - mungkin - protokol web tidak lagi menampilkan susunan https, tetapi menampilkan karakter khusus dari angka 0 dan 1 yang di acak.

Seperti apakah tampilan angka 0 dan 1 yang diacak? mungkin, seperti urutan angka tanpa batas.

Web 3.0 menganut azas desentralisasi. Apakah Anda tahu apa arti desentralisasi? Belum? Jadi, baru pertama ini Anda mengetahuinya? Iya benar, baru kali ini saya dengar.

Baiklah kalau begitu,

Desentralisasi adalah gabungan dari dua suku kata, De-sentralisasi. Kata "De" artinya tidak ada perantara, atau tidak bergantung pada layanan. Kata "sentralisasi" artinya terpusat, sentral yang berarti pusat. Pusat mewakili suatu bentuk pengendalian oleh suatu perusahaan. Jadi, makna Desentralisasi adalah tidak ada layanan pusat yang mengendalikan. Dalam makna lain dapat berarti bebas.

Mudahnya, web 1.0 dan web 2.0 adalah  komputer milik perusahaan, sedangkan web 3.0 adalah komputer milik Anda, saya dan setiap orang. Perhatikan bahwa "komputer" mewakili semua perangkat milik pengguna.

Web 3.0 Yang Dihosting Di ICP 

DFINITY menjelaskan semua ide dan konsep di White Paper-nya. Semua konsep yang tertulis sebagai panduan, informasi, pengenalan bahasa pemrograman baru di ICP,  semua itu mungkin berguna bagi pengguna dengan pemahaman tingkat tinggi terkait kode-kode rumit di komputer. Tetapi, tidak banyak sumber daya yang mereka miliki, yang dapat membantu menyampaikan pengertian kepada pengguna umum tentang apa itu Blockchain ICP. Setidaknya dalam bahasa orang biasa.

Blockchain ICP menjelaskan dengan sangat baik apa arti Web 3.0, apa fungsinya, bagaimana cara kerjanya, dan seperti apa nanti layanan yang berjalan dan yang utama, bagaimana cara blockchain ICP membangun kekuatan ekonomi setiap orang yang mempunyai perangkat, handphone dan komputer. Yang jelas, Anda dapat menghasilkan uang dari laptop Anda sendiri dan menyimpan uang di dompet digital Anda. Cara ini benar-benar berbeda dengan cara yang ada di Web 2.0.

Anda tahu dimana dompet digital untuk cryptocurrency berada? Dompet digital ini berada di blockchain. Dimanakah blockchain berada? Blockchain berada di bagian dalam memori komputer atau handphone Anda, bukan di bank, bukan di Shopeepay, bukan pula di OVO.

Dompet digital untuk cryptocurrency, - MetaMask, TrustWallet atau lainnya, adalah layaknya rekening Anda di bank. Bedanya, dompet digital untuk cryptocurrency tidak di buat dan disimpan di bank, tetapi, dibuat dan disimpan di perangkat Anda. Karena itulah, nilai uang, - angka yang terlihat sebagai 100.000, 200.000 di dompet crypto Anda, tidak menunjukkan satuan mata uang Rupiah. Tetapi menunjukkan satuan mata uang digital. Misalnya, 1 BTC, atau 1 ETH.

Saya pengguna Android 7, saya adalah pengguna umum yang kebetulan "kesasar" di Web 3.0, bagian dari blockchain ICP yang dibangun oleh DFINITY Foundation. Apa yang saya pahami dari blockchain Internet Computer (ICP) saat ini masih terbatas di kulit luar. Tetapi setidaknya, dari apa saya uraikan di halaman ini, Anda dapat  menjawab pertanyaan dari teman Anda yang bertanya, apa itu web 3.0 di blockchain  Internet Computer.

Bitcoin 

Informasi menyebutkan, ulang tahun Bitcoin adalah  pada tanggal 03 Januari 2009. Dihitung hingga sekarang, Bitcoin sudah remaja, sudah berusia kurang lebih 13 tahun. Tetapi, Bitcoin bukanlah manusia. Bitcoin juga bukan uang nyata tetapi nama koin digital yang di buat oleh Satoshi Nakamoto.

Mengapa Satoshi memberi nama Bitcoin? Bukan nama yang lain, seperti Nitcoin, Nanocoin atau Internetcoin?

Penemuan baru di internet membawa perubahan besar terhadap cara pembayaran elektronik. Bitcoin mampu memproses transaksi yang lebih besar melalui tehnologi baru yang disebut Blockchain. Yang menarik, transaksi elektronik yang dilakukan ini tanpa melibatkan bank. Transaksi elektronik artinya pembayaran melalui internet. Transaksinya melibatkan satu nama, yaitu validasi. Secara sederhana, Akhirnya, Bitcoin adalah catatan yang mencatat transaksi keuangan yang diproses menggunakan tehnologi kriptografi. Hasil validasi disimpan di blockchain. 

Terasa sulit menerjemahkan Blockchain, Bitcoin, Desentralisasi, DeFi, NFT dan nama-nama asing lain terkait Web 3. Semua nama itu bukanlah nama bank baru di internet. Mayoritas penulis, menyebut blockchain sebagai Buku Besar. Baiklah.

Bayangkan dalam pikiran Anda, blockchain adalah buku induk atau buku kas, sebagai tempat untuk menyimpan catatan transaksi pembayaran, yang sudah diamankan dengan tehnik keamanan tingkat tinggi, kriptografi. Semua orang bebas melihat catatan transaksi tersebut, membenarkan transaksi yang sudah dicatat, lalu mengumumkan bahwa transaksi sukses.

Hasil transaksi yang benar, divalidasi lalu di simpan di laci. Beberapa orang hendak membenarkan dengan memberi kekuatan kebenaran saksi melalui nilai yang mereka tulis pada kertas validasi. Sehingga, nilai yang mereka berikan menjadi nilai yang berharga untuk membentuk kertas validasi baru. Nilai ini adalah Bitcoin.

Comments

Popular Post

Cara Mengatasi Masalah SMS Gagal Terkirim

Perbedaan Paket Internet Freedom Dan Paket Internet Unlimited

Pulsa Anda Tiba-Tiba Habis Setelah Isi Ulang? Beginilah Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Email Yang Tidak Bisa Menerima Pesan

Cara Aman Simpan File Pribadi Pada Ponsel Android

Cara Mengirim Bukti Transaksi Lewat Whatsapp/BBM

Penjelasan Tentang Markup Di Bisnis Pulsa

Cara Setting APN Di Vivo Y91c Agar Sinyal 4G Tetap Stabil

Cara Ganti Oli Mesin Mobil Daihatsu Taruna CSX Tahun 2000

Apakah Harus Memasang Dua Kartu SIM Yang Sama Dalam Handphone?

Contact Form

Name

Email *

Message *